Skip to content
Lyric
Dive
Public playlists
My playlists
Search
Sign in
Telur Yang Suka Musik
Uwa and Friends
Popularity · Low
+
Original
0
0
YouTube
Searching YouTube...
Lyrics
Original
Translation
Bilingual
Halo, sahabat rimba yang manis
Apa kabar kalian hari ini?
Semoga kalian selalu semangat dan gembira, ya
Sahabat rimba, bunda mau tanya siapa di antara kalian yang suka mendengar musik?
Atau ada juga yang suka bermain musik?
Tapi kalian belum pernah dengar ada telur yang suka musik, kan?
Nah, kali ini bunda ingin bercerita tentang petualangan Uwa dan teman-temannya saat bertemu telur yang suka musik
Pada suatu pagi yang cerah Pito meniup alat musik dari daun yang digulungnya sendiri
Preeet, preeet, preeet!
Wah, Pito sungguh sangat senang, ia sibuk memainkan alat musiknya
Sepertinya mirip suara terompet, ya?
"Ini memang terpompet, terompet bikinan sendiri" jawab Pito, ternyata itu memang terompet
Terpompet dari daun
Sekarang Pito melangkah tegap seperti pemain terompet profesional
Satu, dua, satu, dua, satu, dua, tiga
Pito berbaris lurus ke depan dan balik ke belakang
Tiba-tiba langkah Pito terhenti karena ia melihat sesuatu
Dengan ragu-ragu ia mendekat, Pito tampak takjub
"Benda apa itu yang bulat?" Pito bertanya
Benda itu adalah telur. sepertinya Pito belum pernah melihat telur sebesar itu sebelumnya
Pito mendekat dengan sangat perlahan, tap, tap, tap
Ia menjulurkan tangannya ingin menyentuh telur itu
Tetapi sebelum telur itu disentuh, tiba-tiba
Duk duk duk, telur itu bergerak sendiri
Pito terkejut, ia mundur beberapa langkah ke belakang
Mungkin telur itu ingin main bersama Pito
"Tapi aku takut telurnya pecah" jawab Pito tampak khawatir
Telur itu kembali diam, sambil mengangkat bahu, Pito kembali meniup terompet daunnya keras-keras
Pito pintar memainkan musik, ia kini memainkan lagu-lagu yang riang dengan terompetnya
Badannya bergoyang ke kiri dan ke kanan, asyik sekali kelihatannya
Tiba-tiba, tanpa disadari Pito, telur itu kembali bergerak
Telur itu kembali melompat mengikuti goyangan Pito ke kiri dan ke kanan
Twing, twing, twing, Pito menghentikan tiupan terompetnya dan menoleh dengan cepat ke belakang
Tapi telur itu diam tak bergerak
"Telur itu tadi bergerak, ya?" tanya Pito ragu-ragu
Ia kembali mengamati telur itu dengan seksama
Tetapi telur itu diam saja, Pito menarik napas lega
"Main terompet lagi, ah!" ujar Pito riang sambil kembali meniup terompet daunnya
Ia memainkan lagu-lagu riang dengan penuh semangat
Preeet preeet preeet
Di belakang Pito, telur yang sepertinya menyukai musik itu ingin ikut melompat-lompat dengan riang
Twing twing twing
Pito menoleh tiba-tiba dan mendadak telur itu kembali berhenti bergerak
"Hah? aku merasa telur itu tadi mengikutiku" seru Pito curiga
Tapi meskipun ia memelototi telur itu dengan galak, telur itu tetap diam tak bergerak
Pito kembali memainkan musik dengan terompet buatannya
Preeet preeet preeet
Lupa dengan telur itu di belakangnya, Pito melompat sambil menari-nari asyik sekali
Telur itu kembali mengikuti Pito, kali ini Pito tak terlambat menyadarinya
Ia menoleh dengan cepat
"Wah, telur itu benar-benar mengikutiku!" Pito berjalan cepat
Telur itu ikut berjalan cepat di belakangnya
Pito ketakutan dan berlari, tetapi, oh, telur itu ikut mengejarnya!
Semakin lama semakin cepat, Pito pun dengan panik bersembunyi di balik semak
Oh, ternyata itu Uwa yang sedang bermain drum dan Mica yang datang
Mereka berjalan melewati tempat persembunyian Pito dan melihat sebutir telur besar di sana
Uwa dan Mica tampak tertarik, mereka mendekati telur itu perlahan-lahan
Pito yang ketakutan melompat keluar dari persembunyian sambil berteriak
"Stooopp!" teriak Pito
Pito berusaha menjelaskan kalau terlur itu bisa bergerak jika mendengar suara musik
Ia mengacung-acungkan terompet daunnya dan mencoba meniupnya lagi
Preeet preeet preeet
Tetapi kali ini telur itu diam
Dibunyikannya terompetnya sekali lagi, preeet preeet preeet
Tapi telur itu masih tetap diam
Mica dan Uwa mulai tertawa cekikikan
Bagaimana kalau aku bernyanyi? Mungkin ia akan bergerak
Tekotek-kotek-kotek, anak ayam turun sepuluh
Tekotek-kotek-kotek, hilang satu tinggal sembilan
"Aku akan memainkan drumnya dan Pito memainkan terompetnya" kata Uwa penuh semangat
Mereka akhirnya memainkan musik dan menyanyi bersama-sama
Saking asiknya, mereka tak menyadari kalau telur itu melompat-lompat riang mengikuti mereka
Twing twing twing, twing twing twing
Ketika mereka menyadarinya, mereka bertiga berteriak bersama
"Hyaaa!" "Hyaaa!" "Hyaaa!" mereka berpelukan karena kaget
Mica mencoba menggelengkan kepalanya, telur itu ikut menggeleng
Uwa mencoba koprol dua kali, telur itu ikut koprol dua kali
Pito menggaruk-garuk, telur itu tiba-tiba melompat ke arah mereka
Mereka lari tunggang-langgang ketakutan
Telur itu tak lagi mengejar, ia sepertinya tampak sedih
"Sepertinya ia hanya ingin menari, tapi bagaimana kalau telur itu tiba-tiba pecah?" kata Uwa
Tiba-tiba telur itu melompat tinggi ke udara, sangat tinggi
Lalu kembali lagi ke tanah, Uwa, Mica, dan Pito menjerit ketakutan
Tetapi ternyata telur itu tidak pecah, mereka sangat senang dan memeluk telur itu
Tetapi tiba-tiba terdengar suara "krak", "telurnya pecah!" seru Pito
Dari dalam telur tampaklah seekor anak burung merak yang gemuk dan lucu
Uwa, Mica, dan Pito berseru gembira
Mereka sangat senang karena mendapat teman baru
Sambil memainkan alat musik dan menyanyi bersama-sama, mereka berempat bersenang-senang
Pito bermain terompet, Uwa memainkan drum, Mica menyanyi, dan burung merak kecil itu menjadi penarinya
Sahabat rimba, jika kalian suka bermain alat musik, teruslah bermain
Ayah dan ibu pasti akan membimbing kalian
Sekarang kita bobo dulu, yuk
Hari sudah malam
Bunda pamit dulu, ya
Daahh