Skip to content
Lyric
Dive
Public playlists
My playlists
Search
Sign in
Pada Suatu Malam
Uwa and Friends
Popularity ยท Low
+
๐ฎ๐ฉ Indonesian ยท Original
0
0
YouTube
Searching YouTube...
Lyrics
Original
Translation
Bilingual
Halo, Sahabat Rimba yang manis
Apa kabar kalian hari ini?
Semoga kalian selalu sehat dan bahagia
Sahabat Rimba, Bunda mau tanya
Siapa di antara kalian yang takut gelap?
Wah, ternyata masih ada yang takut gelap, ya
Nah, kali ini Bunda ingin bercerita tentang petualangan Uwa
Seekor orang utan yang pintar bersama teman-temannya
Di rimba pada waktu malam
Pada suatu sore sebelum matahari tenggelam
Uwa sedang sibuk mendirikan ranting-ranting pohon
Coba dengarkan suaranya
Duk, duk, duk!
Wah, Uwa sibuk sekali
Dia mendirikan empat ranting besar pada empat sisi
Kira-kira Uwa sedang membuat apa, ya?
"Aku sedang mendirikan kemah," kata Uwa
Ternyata Uwa ingin berkemah di malam hari
Wah, malam hari? Kan gelap
Apa Uwa tidak takut gelap?
Uwa berpikir sebentar, lalu menggeleng
Katanya, "Aku tidak takut"
"Di malam hari, ada bintang-bintang dan bulan yang bersinar terang"
Uwa benar, di malam hari meskipun gelap
Cahaya bulan dan bintang akan membantumu melihat dalam kegelapan
Uwa memperhatikan keempat ranting yang sudah berdiri dengan kokoh
Dia merasa ada yang kurang dengan kemahnya
"Kemahku butuh apa agar nanti kalau hujan, aku tidak basah?" Gumam Uwa
Dia melihat ke kanan-kiri, mencari-cari benda yang bisa dipakainya untuk atap kemahnya
Uwa berlari ke arah pohon kelapa dan memanjatnya dengan lincah
Uwa memetik daun kelapa dan menjatuhkannya
Buk, buk, buk!
Uwa segera meluncur turun
Dia membawa daun itu ke arah kemahnya, lalu memasangnya di atas
Satu, dua, tiga
Ada tiga daun kelapa
Uwa mengikatnya dengan kencang pada keempat ranting agar tidak roboh
Uwa tersenyum puas, lalu masuk ke dalam tenda
Oh, la-la-la, tenda itu cukup besar untuk Uwa
"Aku akan mengundang teman-temanku untuk berkemah bersamaku," sorak Uwa dengan riang
Syuit! Begitu cara Uwa memanggil teman-temannya
Tidak lama kemudian, Mica dan Pito datang
Uwa tersenyum, lalu menunjukkan kemahnya
"Ikutlah berkemah bersamaku, pasti asyik," ajak Uwa dengan semangat
Mica menyambutnya dengan gembira, namun, tidak dengan Pito
Dia terlihat ragu-ragu
"Aku takut gelap," kata Pito pelan
Uwa menepuk bahu Pito, lalu berkata
"Jangan takut, kan ada aku dan Mica"
"Lagi pula, bulan dan bintang-bintang di langit akan menerangi malam"
Malam pun datang
Sayang sekali, awan menutupi bulan dan bintang-bintang
Hutan menjadi sangat gelap
"Hu, gelap banget, aku takut"
"Ih, suara apa itu?" Pito bersembunyi di belakang Mica
Dia sangat ketakutan
Mica menepuk-nepuk bahu Pito sambil berkata
"Pito, jangan takut, kami masih ada di sini bersamamu"
"Itu hanya suara burung hantu"
Pito masih gemetar ketakutan
Malam semakin gelap, awan semakin tebal
Terdengar suara jangkrik
"Itu apa? Ih"
"Itu suara jangkrik," kata Uwa
Pito sangat ketakutan
Mica berusaha menghibur Pito
Namun, Pito justru menangis
Uwa pun mencari akal agar Pito bisa tenang
Uwa mengambil ranting-ranting pohon dan membuat api unggun
Seketika, rimba menjadi terang-benderang
Pito pun berhenti menangis
"Hore! Hore! Sudah tidak gelap lagi"
Pito meloncat-loncat kegirangan
Mica pun ikut melompat-lompat
Mereka menari-nari mengitari api unggun bersama Uwa
Saking asyiknya, Mica dan Pito menari
Mereka tidak menyadari jika Uwa menghilang
Tiba-tiba, Pito menunjuk ke arah sebuah batu besar
"Ada dinosaurus, tolong!"
Pito menjerit-jerit, Mica menengok ke arah batu
Pito benar, di sana ada bayangan dinosaurus
Yang kelihatan sangat marah
"Uwa hilang! Dinosaurus itu pasti sudah menangkap Uwa!" Seru Pito
Mica melihat ke sana-kemari
Uwa memang tidak ada, namun, dia melihat kaki Uwa
Menyembul di antara semak, di dekat batu besar itu
Mica tersenyum, lalu berkata pada Pito
"Aku tahu bagaimana mengalahkan dinosaurus itu"
Mica berjalan ke arah batu besar
Pito berteriak, "Jangan, Mica! Nanti kamu juga ditangkap dinosaurus itu!"
Mica menggeleng, lalu menyuruh Pito tenang
Mica mengaitkan kedua tangannya yang terbuka
Muncul bayangan seperti burung di batu besar itu
Burung itu terbang ke arah dinosaurus, berusaha mematuknya
Dinosaurus kelihatan sangat jengkel
"Lihat, Pito, dinosaurusnya kalah!"
Tiba-tiba, dari arah semak, keluarlah Uwa yang juga sedang bermain dengan tangannya
Rupanya dinosaurus itu adalah bayangan tangan Uwa
Pito tertawa melihatnya
"Pito, dinosaurusnya mengamuk, tolong bantu aku!" Pinta Mica
Pito pun mendekati batu itu
Mica dan Uwa terkejut, sebab muncul bayangan badak raksasa
Yang hendak menangkap dinosaurus
Ternyata Pito menggunakan bayangan tubuhnya sendiri
Untuk mengalahkan dinosaurus
Mica dan Uwa tertawa terbahak-bahak
Mereka bermain sampai larut hingga airnya mengantuk
Mereka pun masuk ke dalam kemah dan tertidur
Api unggun mulai padam, namun, rimba masih terang
Sebab awan telah pergi
Bulan dan bintang bersinar cemerlang
Pito sudah tidur nyenyak dan tidak lagi takut gelap
Hm, sepertinya kita juga harus bobok
Ayo, naiklah ke tempat tidur kalian
Matikan lampumu, jangan takut
Ada Mama-Papa menjagamu
Sampai jumpa lagi
Dah
ย