Al-Baqara, Chapter 2, Verse 142 -
Sheikh Mishary Rashid Alafasy
Popularity · Low
YouTube
Searching YouTube...
Lyrics
سَيَقُولُ ٱلسُّفَهَآءُ مِنَ ٱلنَّاسِ مَا وَلَّىٰهُمۡ عَن
قِبۡلَتِهِمُ ٱلَّتِي كَانُواْ عَلَيۡهَاۚ قُل لِّلَّهِ
ٱلۡمَشۡرِقُ وَٱلۡمَغۡرِبُۚ يَهۡدِي
مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسۡتَقِيمٍ
Sayaquulussufahaa-u minannaasi maa wa laahum 'an qiblatihimullatii
kaanuu 'alaihaa qul lillahil masyriqu wal
maghribu yahdii man yasyaa-u illa shiraathin mustaqiim(in)
142.
Orang-orang yang kurang akalnya [93] diantara manusia akan berkata: "
Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (
Baitul Maqdis) yang dahulu mereka
telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "
Kepunyaan Allah-lah timur dan barat;
Dia memberi petunjuk kepada siapa yang
dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus" [94].[8]
وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَٰكُمۡ أُمَّةٗ وَسَطٗا لِّتَكُونُواْ شُهَدَآءَ
عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدٗاۗ وَمَا
جَعَلۡنَا ٱلۡقِبۡلَةَ ٱلَّتِي كُنتَ عَلَيۡهَآ إِلَّا لِنَعۡلَمَ مَن
يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِۚ وَإِن
كَانَتۡ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُۗ وَمَا كَانَ
ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَٰنَكُمۡۚ إِنَّ
ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Wa kadzaalika ja'alnaakum ummatan wa sathan litakuunuu syuhadaa-a
'alannaasi wa yakuunarrasuulu 'alaikum syahiidan wa maa ja'alnaal
qiblatallatii kunta 'alaihaa illaa lina'lama man yattabi'urrasuula
mimman yanqalibu 'alaa 'aqibaihi wa in kaanat lakabiiratan illaa
'alaal-ladziina hadallahu wa maa kaanallahu
liyudhii'a iimaanakum innallaha binnaasi larauufun rahiim(un)
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam),
umat yang adil dan pilihan [95] agar kamu
menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (
Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.
Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang)
melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata)
siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot.
Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat,
kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk
oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu.
Sesungguhnya Allah Maha Pengasih
lagi Maha Penyayang kepada manusia."[8]
قَدۡ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجۡهِكَ فِي ٱلسَّمَآءِۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ
قِبۡلَةٗ تَرۡضَىٰهَاۚ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِۚ
وَحَيۡثُ مَا كُنتُمۡ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ شَطۡرَهُۥۗ وَإِنَّ
ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ لَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ
ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعۡمَلُونَ
Qad naraa taqalluba wajhika fiissamaa-i falanuwalliyannaka qiblatan
tardhaahaa fawalli wajhaka syathral masjidil haraami wa haitsumaa
kuntum fawalluu wujuuhakum syathrahu wa-innal-ladziina uutuul kitaaba
laya'lamuuna annahul haqqu min rabbihim
wamaallahu bighaafilin 'ammaa ya'maluun(a)
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit [96],
maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.
Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram.
Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.
Dan sesungguhnya orang-orang (
Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (
Taurat dan Injil) memang mengetahui,
bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya;
dan Allah sekali-kali tidak lengah
dari apa yang mereka kerjakan."[8]
وَلَئِنۡ أَتَيۡتَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ بِكُلِّ ءَايَةٖ مَّا
تَبِعُواْ قِبۡلَتَكَۚ وَمَآ أَنتَ بِتَابِعٖ قِبۡلَتَهُمۡۚ وَمَا
بَعۡضُهُم بِتَابِعٖ قِبۡلَةَ بَعۡضٖۚ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ
أَهۡوَآءَهُم مِّنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَكَ مِنَ
ٱلۡعِلۡمِ إِنَّكَ إِذٗا لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Wa la-in ataital-ladziina uutuul kitaaba bikulli aayatin maa tabi'uu
qiblataka wa maa anta bitaabi'in qiblatahum wa maa ba'dhuhum
bitaabi'in qiblata ba'dhin wa la-iniittaba'ta ahwaa-ahum min
ba'di maa jaa-aka minal 'ilmi innaka idzan laminazh-zhaalimiin(a)
Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (
Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (
Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan),
mereka tidak akan mengikuti kiblatmu,
dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka,
dan sebahagian merekapun tidak akan
mengikuti kiblat sebahagian yang lain.
Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang
ilmu kepadamu,
sesungguhnya kamu -kalau begitu-
termasuk golongan orang-orang yang zalim."
ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَعۡرِفُونَهُۥ كَمَا يَعۡرِفُونَ
أَبۡنَآءَهُمۡۖ وَإِنَّ فَرِيقٗا
مِّنۡهُمۡ لَيَكۡتُمُونَ ٱلۡحَقَّ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ
Al-ladziina aatainaahumul kitaaba ya'rifuunahu kamaa ya'rifuuna
abnaa-ahum wa inna fariiqan minhum
layaktumuunal haqqa wa hum ya'lamuun(a)
Orang-orang (
Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (
Taurat dan Injil) mengenal Muhammad
seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri [97].
Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka
menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui."
ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ
Al-haqqu min rabbika falaa takuunanna minal mumtariin(a)
Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu,
sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu."
وَلِكُلّٖ وِجۡهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَاۖ فَٱسۡتَبِقُواْ ٱلۡخَيۡرَٰتِۚ
أَيۡنَ مَا تَكُونُواْ يَأۡتِ بِكُمُ ٱللَّهُ
جَمِيعًاۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ قَدِيرٌ
Wa likullin wijhatun huwa muwalliihaa faastabiquul khairaati ainamaa
takuunuu ya'ti bikumullahu jamii'an
innallaha 'ala kulli syai-in qadiir(un)
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya
(sendiri) yang ia menghadap kepadanya.
Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan.
Di mana saja kamu berada pasti Allah akan
mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat).
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
وَمِنۡ حَيۡثُ خَرَجۡتَ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ
ٱلۡحَرَامِۖ وَإِنَّهُۥ لَلۡحَقُّ مِن
رَّبِّكَۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ
Wa min haitsu kharajta fawalli wajhaka syathral masjidil haraami wa
innahu lalhaqqu min rabbika wa
maallahu bighaafilin 'ammaa ta'maluun(a)
Dan dari mana saja kamu keluar (datang),
maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram,
sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu.
Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan."
وَمِنۡ حَيۡثُ خَرَجۡتَ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ
ٱلۡحَرَامِۚ وَحَيۡثُ مَا كُنتُمۡ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ شَطۡرَهُۥ
لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيۡكُمۡ حُجَّةٌ إِلَّا ٱلَّذِينَ
ظَلَمُواْ مِنۡهُمۡ فَلَا تَخۡشَوۡهُمۡ وَٱخۡشَوۡنِي
وَلِأُتِمَّ نِعۡمَتِي عَلَيۡكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ
Wa min haitsu kharajta fawalli wajhaka syathral masjidil haraami wa
haitsumaa kuntum fawalluu wujuuhakum syathrahu li-alaa yakuuna
li-nnaasi 'alaikum hujjatun illaal-ladziina zhalamuu minhum falaa
takhsyauhum waakhsyaunii wal-atimma
ni'matii 'alaikum wa la'allakum tahtaduun(a)
Dan dari mana saja kamu (keluar),
maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.
Dan dimana saja kamu (sekalian) berada,
maka palingkanlah wajahmu ke arahnya,
agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu,
kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka.
Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja).
Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku
atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk."[9]
Surah Al Baqarah Ayat 151
كَمَآ أَرۡسَلۡنَا فِيكُمۡ رَسُولٗا مِّنكُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡكُمۡ
ءَايَٰتِنَا وَيُزَكِّيكُمۡ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱلۡكِتَٰبَ
وَٱلۡحِكۡمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمۡ تَكُونُواْ تَعۡلَمُونَ
Kamaa arsalnaa fiikum rasuulan minkum yatluu 'alaikum aayaatinaa wa
yuzakkiikum wa yu'allimukumul kitaaba wal
hikmata wa yu'allimukum maa lam takuunuu ta'lamuun(a)
Sebagaimana (
Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus
kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada
kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan
Al-Hikmah,
serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui."
فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ
Faadzkuruunii adzkurkum waasykuruu lii wa laa takfuruun(i)
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu
, dan bersyukurlah kepada-Ku,
dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ
بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
Yaa ayyuhaal-ladziina aamanuuusta'iinuu
bish-shabri wash-shalaati innallaha ma'ash-shaabiriin(a)
Hai orang-orang yang beriman,
jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu
, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
وَلَا تَقُولُواْ لِمَن يُقۡتَلُ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ
أَمۡوَٰتُۢۚ بَلۡ أَحۡيَآءٞ وَلَٰكِن لَّا تَشۡعُرُونَ
Wa laa taquuluu liman yuqtalu fii sabiilillahi
amwaatun bal ahyaa-un wa laakin laa tasy'uruun(a)
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di
jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati;
bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup
, tetapi kamu tidak menyadarinya."[0]
وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٍ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٍ
مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ
وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
Wa lanabluwannakum bisyai-in minal khaufi wal juu'i wa naqshin
minal amwaali wal anfusi
wats-tsamaraati wa basy-syirish-shaabiriin(a)
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu,
dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٌ
قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ
Al-ladziina idzaa ashaabathum mushiibatun
qaaluuu innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun(a)
ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "
Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" [101].
أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوَٰتٌ مِّن
رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٞۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ
Uulaa-ika 'alaihim shalawaatun min rabbihim
wa rahmatun wa uulaa-ika humul muhtaduun(a)
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat
dari Tuhan mereka dan mereka itulah
orang-orang yang mendapat petunjuk."