Skip to content
Lyric
Dive
Public playlists
My playlists
Search
Sign in
Pecah Seribu
Happy Asmara
Popularity · Low
+
Original
0
0
Listen
YouTube
1
2
3
0:00 / 0:00
Loading YouTube player...
Lyrics offset
Synced
Lyrics
Original
Translation
Bilingual
Hanya dia
Yang ada di antara jantung hati
Tempat bermanja, tempatnya rindu
Tempat curahan hati yang damai
Royal Music (Happy Asmara)
Cerminku pecah seribu (eca lo)
Wahyu ganteng
Bimbang, ragu
Sementara malam mulai datang
Hasratku ingin bercermin, tapi
Cerminku pecah seribu, pecah seribu
Ibarat bunga
Aku takut banyak kumbang yang hinggap
Aku tak mau
Patah, patah, tangkaiku patah
Aku tak mau
Bimbang, ragu
Sementara malam mulai datang
Hasratku ingin bercermin, tapi
Cerminku pecah seribu, pecah seribu
Egy (dalem, Happy?)
Belikna cermin (kenapa?) Buat ngaca
(Nggak ada cermin, ya?) Nggak ada
(Pecah seribu)
Ayo, Njik
Hanya dia
Dia, dia, dia, dia, dia
Dia, dia, dia
Hanya dia
Hanya dia
Yang ada di antara jantung hati
Tempat bermanja, tempatnya rindu
Tempat curahan hati yang damai
Entah apa
Bagaikan kayu basah dimakan api
Api curiga, api cemburu
Api kerinduan yang membara
Oh, angin, kabarkan
Melati di depan rumahku menantimu
Bimbang, ragu
Sementara malam mulai datang
Hasratku ingin bercermin, tapi
Cerminku pecah seribu, pecah seribu
Royal bisa (eca lo)
Ibarat bunga
Aku takut banyak kumbang yang hinggap
Aku tak mau
Patah, patah, tangkaiku patah
Aku tak mau
Bimbang, ragu
Sementara malam mulai datang
Hasratku ingin bercermin, tapi
Cerminku pecah seribu, pecah seribu
Hek a, hek, hek a, hek, hek a, hek
(Hek a, hek o, so-so) so, so, yo-ha
(Ja, jae, ja-ja, hi, hi, yak o-o, jos!)
Yo, ji, ro, lu, pat (ja, ja, ja-ja)
Hanya dia
Dia, dia, dia, dia, dia
Dia, dia, dia
Hanya dia, so
Hanya dia
Yang ada di antara jantung hati (piye ta, Ri?)
Tempat bermanja, tempatnya rindu
Tempat curahan hati yang damai
(Happy Asmara, yo) yuk! Lah
Entah apa
Bagaikan kayu basah dimakan api
Api curiga, api cemburu
Api kerinduan yang membara (iki lo)
Oh, angin, kabarkan
Melati di depan rumahku menantimu
Eh-eh-eh-eh
Bimbang, ragu (uenak)
Sementara malam mulai datang (hak e, hok a, jos!)
Hasratku ingin bercermin, tapi
Cerminku pecah seribu, pecah seribu
(Ho'oh, Kup, Yakup)
Ayo, Cak Yakup (ngono lo)
(Yo!)
Duhai angin, kabarkanlah
Melati menanti
Duhai angin, kabarkanlah
Melati menanti
Duhai angin, kabarkanlah
Melati menanti
Duhai angin, kabarkanlah
Melati menanti