Skip to content
Lyric
Dive
Public playlists
My playlists
Search
Sign in
Empat Sekawan
Adam Dani
Popularity · Low
+
Original
0
0
YouTube
Searching YouTube...
Lyrics
Original
Translation
Bilingual
Bergenerasi telah kamu lahirkan
Dari saya belasan sampai saya puluhan
Kanku perkenalkan anak kamu kawan
Yang masih belum lagi diperkenalkan
Ada empat kawan
Mahu diceritakan
Semuanya tidak pernah melawan
Baik hati senang berkawan
Mari sini saya ceritakan
Yang pertama tamtih
Warna hitam putih
Kurang berceloteh
Walau sering berselisih
Selalu menemani
Sang ibumu ini
Ke sana sini
Kamu mesti sekali
Namun berita buruknya
Kamu sudah tiada
Menghilang kamu secara tiba-tiba
Dalam hati sering bertanya
Bilakah kamu akan kunjung tiba
Wahai kamu sekalian
Janganlah pernah sekali terkesan
Yang kunyanyikan
Hanya untuk hiburan
Bukanlah niat sebagai kutukan
Hiduplah kamu wahai kawan
Dengan kegembiraan
Yang masih tersimpan
Kesedihan janganlah disimpan
Biarkanlah jadi sebagai kenangan
Yang keduanya si miko
Sangat cantik di video
Sangatlah tidak ego
Tiada berisiko
Ibu generasi baru
Banyak juga jasamu
Makin cantik kamu
Semakin masa berlalu
Yang ketiga si blackie
Kuat berkomunikasi
Buas juga ku akui
Namun dia beri inspirasi
Dan sangat diingati
Wahai kamu sekalian
Janganlah pernah sekali terkesan
Yang kunyanyikan
Hanya untuk hiburan
Bukanlah niat sebagai kutukan
Hiduplah kamu wahai kawan
Dengan kegembiraan
Yang masih tersimpan
Kesedihan janganlah disimpan
Biarkanlah jadi sebagai kenangan
Lulu yang keempat
Tidak diakui ibunya
Mungkin kerna tidak sempat
Untuk disayanginya
Wahai kamu sekalian
Janganlah pernah sekali terkesan
Yang kunyanyikan
Hanya untuk hiburan
Bukanlah niat sebagai kutukan
Hiduplah kamu wahai kawan
Dengan kegembiraan
Yang masih tersimpan
Kesedihan janganlah disimpan
Biarkanlah jadi sebagai kenangan
Wahai kamu sekalian
Janganlah pernah sekali terkesan
Yang kunyanyikan
Hanya untuk hiburan
Bukanlah niat sebagai kutukan
Hiduplah kamu wahai kawan
Dengan kegembiraan
Yang masih tersimpan
Kesedihan janganlah disimpan
Biarkanlah jadi sebagai kenangan