Skip to content

Nekropolis

Popularity · Low

Listen

YouTube

0:00 / 0:00
Loading YouTube player...
Lyrics offset
Synced

Lyrics

Memanggil arwah dengan hangit dan bensin Lanskap yang sesunyi makam dan sebusuk aroma balsam Lenin Padat khalayak serudin lalat, sefatal toxin, se-rutin angin Dan suci sepalsu putihnya secarik kain kafan Menara rutan, filsafat mutan, statistik selokan, komando Tuhan Perintah setan, fatwa dan kutukan pembusukan Pakan pahlawan dengan rotan PHH dan kacamata intel Kodam Sejarah yang mengkusam merancang godam Dari kalam prosa terkelam pada festival langit yang menghitam dan pitam yang membuat perhitungan dengan kemiskinan Koloni pasar bebas dan jaringan telepon genggam Dan kota ini 'kan menuai banyak bara dan samsara Lebih banyak dari dana anggaran tahunan bagi para tentara Merakit angkara bagi semua badan dunia yang merancang bencana Dan silahkan cium lubang anus kami yang memberaki setiap lencana Kota yang menghirup senyap dan hidup bernyawa dalam gelap Dalam ruang arsitek pemiskinan yang menolak melenyap Bernafas dalam senyawa gejah, limbah dan serapah Yang dinyanyikan angkasa yang bersulang untuk mimpi para penjarah Sepah amor, amok yang murka mengusung anok Di tepi ngarai paradoks dengan belati pada tembolok Fasih berkawih tenor dalam nada minor wajib lapor dan horor Bagi semua anggota parlemen yang mengesahkan testamen anti-teror Se-hangit aroma penjarahan bulan ke-lima Kota ini sudah sesak keringat yang harus dikonsumsi Sebagai ganti energi yang surut melihat kontes pahlawan palsu seperti Genbi Penebusan hasrat menangkis dengan leher kacung Anubis Ketika katarsis diperoleh dalam bentuk logo dan karcis Praksis hasrat dan nalar yang tak bisa dijamin dengan polis Rutan rigor mortis dan dominasi hirarki nekropolis