Skip to content

Radio Pemberontakan

Popularity · Low

Listen

YouTube

0:00 / 0:00
Loading YouTube player...
Lyrics offset
Synced

Lyrics

Radio Pemberontakan Nyalakan Radio Pemberontakan Samakan Frekuensi Langitan Nyalakan Radio Pemberontakan Samakan Frekuensi Langitan Mempertegas lawan Mengkrucutkan tujuan Kawan hidup adalah pilihan Netralitas adalah bualan Kita masih bertahan Kalah media menekan dalam kebohongan Kita tahu rasanya jadi buronan Ketika sebagian mati dalam fitnah densus delapan delapan Tanpa hak bicara yang setara dalam keadilan Kita adalah radikal tuk dobrak semua kepalsuan Melawan sudah menjadi kutukan kehidupan yang takkan bisa dihilangkan Jika mendiamkan penindasan adalah pengkhianatan Lalu mengapa kau takut pada pemberontakan? Radio harus kembali dinyalakan Sinyal morse harus kembali disebarkan Pemberontakan pertama kita adalah keluar dari ketergantungan Monopoli ekonomi demokrasi tatanan Nyalakan Radio Pemberontakan Samakan Frekuensi Langitan Nyalakan Radio Pemberontakan Samakan Frekuensi Langitan Dihari ketika kaki terasa begitu lelah Namun hati kecil menolak menyerah Pada jalan sunyi yang terlalu lama Nurani berkata pulanglah Ada jalan kebijaksanaan yang akan memberi arti kelana Bahwa menang justru bisa kau temukan setelah kau mengalah Pada amarah yang dilerai doa Dan kita tak boleh pesimis berusaha Pemberontakan tak boleh sirna Melawan kebodohan, melawan kemiskinan yang ada Sejarah pengalaman telah membuat kita dewasa Melihat bahwa semua tak bisa diselesaikan dengan angkara Kembalilah ke rumah, Nyalakan kembali radio pemberontakan disana Menjaga keluarga, masyarakat dan tetangga Mengawal lingkungan dari taman bermain yang ada Nyalakan Radio Pemberontakan Samakan Frekuensi Langitan Nyalakan Radio Pemberontakan Samakan Frekuensi Langitan Sampai kapanpun, radio pemberontakan tak boleh sirna Ingatlah dua hal yang kan selalu membuatmu terjaga Pertama, merdekalah dari semua Ketergantungan kecuali pada Allah semata Kedua, kenyakinanmu pada dirimu sendiri, itu harus nyata Karena itu bersabarlah, Berjaga di perbatasan menunggu sang surya Ribath menjemput senja, Nanti diperjalanan barisan muncul tak terduga Saling menatap lalu coba menyapa Satu aqidah saja takkan cukup tuk konstruksi senjata Perlu samakan frekuensi kejujuran, Tegakkan keadilan tanpa pandang bulu Melihat dengan nalar, waspada dengan mata Agar perlawanan tak salah memukul lawan Tak ditunggangi kepentingan pragmatis para penjilat agama dan negara