Skip to content
Lyric
Dive
Public playlists
My playlists
Search
Sign in
Lomba Lari
Uwa and Friends
Popularity · Low
+
Original
0
0
Listen
YouTube
1
2
3
0:00 / 0:00
Loading YouTube player...
Lyrics offset
Synced
Lyrics
Original
Translation
Bilingual
Halo, Sahabat Uwa yang pintar, apa kabar kalian hari ini?
Semoga kalian sehat dan kuat, ya
Sahabat Uwa, kali ini Bunda ingin bercerita tentang petualangan Uwa
Seekor Orangutan yang pintar saat berlomba lari bersama teman-temannya
Pada suatu pagi yang cerah, Mica, Uwa dan Dibo sedang berlari-lari kecil di tempat
Oh, rupanya mereka sedang melakukan pemanasan untuk berolahraga
Memang pemanasan sebelum berolahraga itu penting sekali
Otot jadi lemas dan tidak mudah terkilir, wah, semangat sekali mereka
Tuh, sepertinya Mica ingin memimpin pemanasan
"Teman-teman, ikuti gerakanku, ya?" Mica bersiap-siap
Digerakannya kepala ke kiri dan ke kanan, sambil tangannya berada di pinggang
Pito dan Dibo mengikuti gerakan instruktur Mica
Mereka merentangkan tangan, menyentuh kaki, badan membungkuk, "Hop-hop, satu, dua, tiga"
Eh-eh, gerakan Mica sungguh aneh, sekarang ia malah jinjit dan berputar seperti balerina
Pito dan Dibo mengikuti dengan patuh
Tiba-tiba di belakang mereka terdengar suara, "Hop-hap-hop-hap," Mica menoleh
Ternyata Puput Siput memakai baju olahraga keren sedang push up
Wow, Mica, Pito, dan Dibo tercengang dan takjub melihat Puput
Ia bahkan ber-push up dengan satu tangan, "Hop-hap-hop-hap," lalu Puput melakukan sit up
Rumah di punggungnya naik-turun seperti jungkat-jungkit, semua tertawa melihatnya
Puput menoleh malu-malu, "Kalian menertawakanku, ya!"
"Tidak, Puput, kamu hebat, kami tidak bisa push up dengan satu tangan, loh," Mica tersenyum
Dia menoleh pada teman-temannya lalu berkata, "Yuk, kita lomba lari?"
"Aku mau, aku mau, apa Puput juga mau ikut?" Tanya Pito pada Puput
"Tentu saja aku mau!" Seru Puput
Siput kuat itu melanjutkan pemanasannya dengan lebih semangat, "Hop-hop-hop-hoplah"
Uwa datang mendekat, "Aku juga mau ikut lomba lari!"
"Kamu pemanasan dulu, Uwa, biar tidak terkilir," nasihat Dibo
Tapi Uwa menggelengkan kepala kuat-kuat, wah, bandel sekali, ya, Uwa
Ia tidak mau mendengar nasihat temannya, teman-temannya mengalah
Mereka mulai bersiap-siap untuk lomba lari
Mica membuat garis start di atas tanah dengan ranting "Sret"
Lalu Mica, Uwa, Dibo, Pito dan Puput berdiri berjajar di belakang garis start
"Tunggu dulu, nanti di mana garis finishnya?" Tanya Pito
Uwa mengetuk-ketuk dahinya sambil berpikir
Lalu, sambil menggoda Puput Siput, dengan pura-pura berlari lambat, Uwa menjawab
"Di sana! Di puncak bukit itu!"
"Wah, jauh sekali!"
"Wah, jauh sekali!"
"Wah, jauh sekali!" Mica, Pito dan Dibo berseru, Mica menoleh pada Puput
"Puput nggak apa-apa berlari sangat jauh?"
Mica tampak khawatir, tapi puput mengangguk dengan wajah yakin
Oke, baiklah kalau begitu, semuanya mulai membungkukkan badan dan bersiap
Uwa membunyikan sumpritan "Prit"
"Lari!" Seru Pito
Semua berlari secepat kilat meninggalkan angin dan debu berterbangan di belakang mereka
Sampai-sampai membuat Puput terjengkang dengan punggung terbalik
Puput berusaha membalik badannya dengan susah payah, "Uh-ah!"
Akhirnya ia berhasil juga, buru-buru Puput berlari menyusul ketinggalannya
Tetapi Puput adalah siput
Tentu saja, meski secepat apa pun ia berlari, tetapi tak akan bisa secepat teman-teman yang lain
Uwa yang usil, masih ingin mengejek Puput lagi
Lihat, Uwa kini pura-pura duduk di bawah pohon untuk menunggu Puput berlari
Saat Puput berlari melewati Uwa, Uwa berlari lagi mendahului Puput sambil tertawa-tawa
"Kamu tidak akan bisa menang Puput, soalnya kamu 'kan Siput!"
Uwa mulai mengejek Puput lagi, Aduh, Uwa bahkan sekarang tidak berlari
Melainkan melompat-lompat seperti katak, tepat di samping Puput
Puput melirik sebal ke arah Uwa, tetapi ia tidak berkata apa-apa
"Puput, aku akan menunggumu di sini!" Seru Uwa sambil berdiri di lereng bukit
Puput terus berlari terengah-engah, sementara itu, Mica, Pito, dan Dibo sudah sampai ke puncak bukit
"Sebentar lagi, kamu sampai, Puput," Mica terus berteriak menyemangati Puput
Loh, tapi, kok, Uwa malah sekarang berhenti berlari, ada apa, ya?
Apa ia ingin membiarkan Puput saja yang menang?
"Tidak! Rencanaku kalau Puput sudah hampir sampai ke garis finish
Maka aku akan langsung lari melesat mendahuluinya!" Ujar Uwa, sombong
Oh, rencana yang sangat menyebalkan dan licik, ya
Aduh, Uwa kok begitu, sih, apa dia tidak melihat usaha Puput yang begitu keras dan gigih
Kegigihan itu bisa mengalahkan kesombongan, loh
Dari atas bukit, Mica, Pito, dan Dibo terus memberi semangat
"Terus lari, Puput!"
"Hampir sampai, Puput!"
"Kamu pasti bisa, Puput!"
Puput terus berlari ke atas, sementara itu Uwa terus-menerus menoleh ke arah Puput
Sambil bersiap-siap lari melesat mendahuluinya
Puput terus berusaha berlari tanpa mempedulikan Uwa
Saat Puput melewati Uwa, Uwa segera berlari menuju garis finish, tetapi tiba-tiba
Oh, Uwa jatuh sambil memegangi kakinya yang kesakitan
Puput yang hampir sampai ke garis finish, menoleh ke belakang dan menolong Uwa
"Aduh, Uwa, sakitkah kakimu? Kamu tidak pemanasan dulu tadi, ya? Ayo kutolong"
Wah, Uwa jadi malu dan menyesal telah mengejek Puput
Puput bahkan rela tak mendapat kemenangan hanya untuk menolong Uwa
Uwa pun segera meminta maaf pada Puput, bersama-sama mereka naik ke atas bukit
Untuk menemui Pito, Mica dan Dibo
Mereka bermain bersama-sama sepuasnya di sana
Nah, Sahabat Uwa, jangan suka mengejek teman, ya
Bisa jadi teman yang kalian ejek, ternyata lebih hebat dari kalian
Nah, sekarang waktunya kalian tidur
Selamat malam, Sahabat Uwa