Skip to content
Lyric
Dive
Public playlists
My playlists
Search
Sign in
Afeksi
Sanitasi
Popularity ยท Low
+
๐ฎ๐ฉ Indonesian ยท Original
0
0
Listen
YouTube
1
2
3
0:00 / 0:00
Loading YouTube player...
Lyrics offset
Synced
Lyrics
Original
Translation
Bilingual
Dalam ruang gelap hampa tersirat emosi putus asa
Muda, dosa dan luka mempersempit umur menua
Larut menggenang mendesak batin semua perkara
Haruskah menuju kiblat atau searah sebaliknya
Dimana? mencari cahaya disekat sekat kabut malam
Mengeja tanpa bisa membaca problema yang temaram
Terjaga mata terbuka dengan meratapi sisa sakit yang melebam
Bukan dendam yang menajam hanya bisikan riuh menghujam
Serupa batu dan api yang di adu
Mengadu takdir tanpa titik temu
Kewarasan semakin membiru
Kecemasan kian memburu
Periode hidup berrotasi sesuai poros pondasi
Namun apakah takdir itu illusi kurafat ilahi
Ini hanyalah wujud musafir dibelantara distorsi nurani
Jelajahi tanpa afeksi dihingar bingar duniawi hari ini
Frustasi adalah proses alami
Dua alternatif bertahan atau mati terkafani sesal abadi
Apakah menghirup kepulan atau melanggar anjuran manipulasi pikulan
Untuk sekilas merampas keresahan memori segala sudut gagasan
Jangan pergi terlalu sering menoleh belakang
Karena itu sebuah kekesalan
Dimana mencari cahaya disekat sekat kabut malam
Mengeja tanpa bisa membaca problema yang temaram
Terjaga mata terbuka dengan meratapi sisa sakit yang melebam
Bukan dendam yang menajam hanya bisikan riuh menghujam
Berpeluh gundah dalam buram membunuh memori usang
Kecemasan mendominasi ruang dada atau sudah menjadi endapan
Dihilir tepi fikirku yang demam dan dinginya menghunus dari belakang
Menatap atas kamar bernegosiasi sendiri tanpa arti kepastian
Tatapan kosong gelap menghitam pitam mencekam
Kalang kabut inginkan tenang
Lepaskan, jika hanya ada tangisan
Teriakan depan panorama tanpa batasan
Berada dimana jedela yang terbuka ketika kesalahan membutuhkan udara
(Lebur dan rasakan)
Hanya tersekat jeruji memori tekunci yang ditinggalakan suara
(Kabur dan tinggalkan)
Bagaimana memahami dan kapankah berhenti apa yang direncana
(Hapus dan hitamkan)
Tak perlukah percaya niscaya
(Labuh dan bertahan)
Jika nirwana hanya sebatas terlihat sama saja
(Lebur dan rasakan)
Sudah berakhir tak ada jalan untuk kembali dalam putaran
(Kabur dan tinggalkan)
Sadrah terhamapar di altar kekosongan
(Hapus dan hitamkan)
Mengepal erat batin dan tangan
(Labuh dan bertahan)
Tanpa hasil jawaban
Rasuki kegundahan
Peduli setan entah sampai kapan (Lebur dan rasakan)
Belum waktunya untuk pulang (Kabur dan tinggalkan)
Peduli setan
Entah sampai kapan (hapus dan hitamkan)
Belum
Waktunya (Labuh dan bertahan)
Untuk
Pulang!!
ย