Skip to content

Katamorgana

Popularity ยท Low

Listen

YouTube

0:00 / 0:00
Loading YouTube player...
Lyrics offset
Synced

Lyrics

Kau tak perlu kicau dan meninjau yang ku cipta Kau tak mau ku tikam belikatmu dengan pisau Melihatku mendekatimu mendadak kau risau Serentet kalimat terarah kau pilih pistol Selembar salinan lirikku tunjuk taring dan Liur yang membius wanita tergiur kematian Disambut tari-tarian Lucifer Rastafarian Dan Medusa bergantian menghembuskan perapian Menghanguskan neraka mengangkut koper berangkat Kendara asap terangkat menanjak entah berantah Indah gerakan kata perkata tertata Kau coba untuk terkakan tak sadar mulut tergagap Dan aku tawa terkakak menatapmu yang ternyata Tak mampu untuk belajar menghitung bahkan membaca Namun berani meracau meramu pidato Berbicara panjang lebar bagai berwawasan luas Kau tak sadar sedang berhadapan dengan makhluk buas Yang tak kenal peradaban darah membuatku puas Tulangmu ku pakai buat jadi tuas membersihkan Dagingmu di gigi yang baru saja ku gigit Namun tak mulut ucapanmu aku jijik Penuh dengan hal busuk ortumu gagal mendidik Mungkin kau dulu di titip di tempat bermain titit Karena ucapmu tak masuk akal malah masuk anal Dan bagi saudara-saudarimu yang juga dari dulu Tak sadari dan hargai aku tak kan pandang bulu Ludahku akan butakan mukamu aku rusakkan Dan saat ampun kau hatur pintu angkuh ku bukakan Kedua orangtuamu tak bisa berbuat apa-apa Saat tinta menapak tinggalkan rima yang tampan Anak perempuan mereka datang ke pangkuanku Tanpa keraguan berebutan merangkul aku Sakku penuh dan ku popular Dan tak ku kenal siapa presiden Sarapan pagi ku gadis muda Malam ke pagi mabuk sampai buta Wanita rebutan mamanya ikutan Ku hanya bisa bersyukur tuk tiap kecupan Lanjut Tersebar kabar di TV dan surat kabar Rapper tampan datang menghantam satu keluarga tanpa sisa Dengan bisa dia menyiksa tinggalkan luka dan nista Mata Indonesia teralih lupakan Iskan Kini Dahsyat, Silet, Go Spot, juga Cek dan Ricek Kelilingi pantat aku selidiki tanpa takut Namun bagai barang reject aku tolak dengan angkuh Semangkuk cabe kutolak dalam mata hidung kamu Nah, itu baru bagus melihat mereka hampir mampus Yah, siapa suruh ganggu ku yang sedang ganti kancut Dan, itu masih bagus bagai jualan si Bagus Beruntung ku tak lagi mabuk karena uangku lagi tabung Perlahan-lahan kataku yang tak berarti Buat label-label mendekati datang silih berganti Memohon-mohon namun sayang ku tak tanggapi Bahkan Inul dan Dhani sebelum mendatangi Wajahnya didandani pantatnya dibedaki Berharap tintaku mendarat dan ciptakan paraf Namun sayang sekali, aku sayang sekali Karyaku makaku tak kan jual sampai mati Namun tak sampai hati nomor hape pun ku bagi Karna jika suatu pagi ku tak lagi punya nasi Untuk ku makan ku harap kau akan datang dan kasih Makananmu yang masih belum basi Lalu 20 tahun kemudian keras namaku menggaung Bahkan masuk soal ujian sebagai rapper yang setia Hentak panggung dan mengaum dengan rima teruji dan Flow penuh tiang api instrumental dikremasi Artis papan atas yang kerjanya hanya hibernasi Dikudeta deportasikan ke dunia fantasi Kembali jadi badut dan tak perlu terima kasih Karena kau cuma ku jadikan investasi