Skip to content

Pusaran Zaman

Remissa
Popularity ยท Low

Listen

YouTube

0:00 / 0:00
Loading YouTube player...
Lyrics offset
Synced

Lyrics

Luput dalam kalkulasi Fikiran tersudutkan rongga anomali Titisan bung Luhur terobosan kanan-kiri Sindiran kusulutkan klausa bara api Tapi hanya satir yang kuterima Satir bakhil cerita Himpunan karya prosa kelam akan jeritan Punggawa jalanan berkeringat Darah dan air mata di bawah kaki penindas yang menari lepas Atas Penderitaan Rengkuh tertatih Deru pendalih senyum dan berteriak Sosial distraksi, tarik kembali, kontrol narasi, media pandiang Suara menghilang Prospek terkubur lebam dalam liang Koleksi tubuh korban bak Marsinah Konsep diulang-ulang tak bosan-bosan tanpa sipu tampang Orang gila! Aku di pencarian lacak jejak ujung tombak kenabian Namun ku diasingkan Rapal jelas deru ombak kenaifan Hujan makian, 'ku disalibkan Kami diam tersimpuh di pelataran Baris, mata tertutup di penjagalan Kami terbunuh demi pertanyaan Skema piranha Sistem kanibalisme luar biasa Bualannya laris menjual bicara Perintah kami baris menyetor ijazah Hey pembinasa, Hey penguasa Untai rima sadis bergelar durjana Bungkam para vandalis dalam bersuara Kami semua menangis di alam pusara dan di udara Mencoba berdiri aku terpontang-panting bak putaran cakram Berenang di kiri aku terombang-ambing di pusaran kanan Mencoba berdiri aku terpontang-panting bak putaran cakram Berenang di kiri aku terombang-ambing di pusaran kanan Terpontang-panting bak putaran cakram Terombang-ambing di pusaran kanan Terpontang-panting bak putaran cakram Terombang-ambing di pusaran kanan Dilematis puritan Ditengah sekularis para penentang tuhan Generasi kutukan, dominasi blusukan Serakah jadi barometer kecenderungan Dan kerangka sistemasi para jargon piutang Neraca pun tak menghitung peredaran cuan Yang Berawal harga mati Semata emblemisasi Kini berakhir di meja lelang korporasi Aku terbuang Binatang jalang Peluru terbang Meradang Menerjang Luka berlari Ku tak perduli Ku ingin hidup seribu tahun lagi Aku terbuang Binatang jalang Peluru terbang Meradang Menerjang Luka berlari Ku tak perduli Ku ingin hidup seribu tahun lagi Terpontang-panting di baku hantam Terombang-ambing di pusaran kanan Terpontang-panting di baku hantam Terombang-ambing di pusaran kanan